CINTA? Pada jaman
sekarang ini cinta sangat banyak memiliki arti, tergantung usia, kebutuhan dan
bahkan kepercayaan. Dimata seorang anak kecili cinta adalah saat dia menyayangi
sesuatu atau seseorang, berusaha memilikinya tanpa berpikir panjang seperti saat
seorang anak kecil mencintai sebuah boneka, tetapi mereka memiliki cinta yang naluriah
sejak bayi seperti dia mencintai ibu dan ayahnya.
Untuk seorang remaja yang sedang
dalam tahap tumbuh dewasa dan masih mengalami pencarian jati diri, cinta
mungkin dimata mereka adalah perasaan dimana seseorang menyukai suatu hal entah
itu harus dimiliki atau tidak, lawan jenis, atau pun hanya benda biasa. Banyak
dari mereka memilih arti cinta untuk memiliki suatu hubungan dengan lawan
jenisnya, tapi tak banyak juga mereka memilih arti cinta sebagai sesuatdu hal
yang sangat mereka harapkan dan banggakan.
Untuk arti cinta bagi seorang
yang sudah dewasa bahkan tua, arti cinta menjadi berubah, berubah menjadi
perasaan untuk menjaga sesuatu yang telah dia punya dan bagaimana dia
mempertahankan semua itu sampai di akhir hayatnya. Tetapi, banyak dari mereka
masih mengartikan cinta sebagai suatu yang dia banggakan dan diinginkan. Contoh
dari cinta ini adalah, cinta terhadap keluarga, pekerjaan dan hibup merekas.
Apakah kita akan tetap hidup
walau tanpa cinta? Apakah kita dapat membayangkan jika di dunia ini tanpa ada
cinta? Diri kita tak memiliki cinta? Jawabannya tidak, kita semua memiliki
cinta, dari seorang bayi yang baru saja lahir sampai seorang yang akan
meninggal di umur tuanya, dari seorang yang paling miskin sampai orang paling
kaya, dari seorang yang paling jelek sampai orang yang paling cantik ataupun
tanpan, entah mereka masih mengenyam bangku pendidikan, bekerja ataupun hanya
seorang pengangguran yang tidak memiliki penghasilan sedikitpun pasti memiliki
perasaan yang dimana dalam kasus ini disebut ‘’CINTA” dan mereka membutuhkannya
untuk tetap ada dan bahagia hidup didunia.
Kita tidak dapat hidup tanpa
cinta? Mungkin agak risih mendengarnya, tapi lihatlah dalam hidup dan diri
kita, semua berlandaskan cinta entah cinta itu untuk diri sendiri ataupun orang
lain. Bayangkan jika tidak ada cinta? Apakah kita akan sebahagia ini menjalani
hidup kita, tanpa ada perasaan cinta terhadap keluarga, diri kita, teman-teman,
dan benda-benda yang ada dalam hidup kita? Jika semua itu terjadi, memang kita
tidak akan langsung mati, tetapi kematian datang lebih cepat, kita tidak akan
melakukan interaksi kepada siapapun, mengalami apa yang dimiliki seorang
manusia sebenarnya. Karena cinta sendiri membuat kita berinteraksi kepada suatu
yang ada disekililing kita, dan menghargai apa yang ada dan yang akan datang.
Cinta sangat hebat datang di
dalam diri semua orang dan makhluk hidup di dunia ini, tetapi Tuhan lebih hebat
dari semua itu, karena Tuhan lah yang membuat semua yang ada di dunbia ini ada
dan dapat membuat makhluk-makhluknya merasakan indahnya cinta. Mencintai Tuhan
adalah suatu hal yang sangat harus dilakukan, melihat semua yang telah Dia
berikan kepada kita, pemberian yang tak terkira.
Lebih dari cinta, kita memiliki
iman yang dapat mengendalikan semua cinta dan harapan yang ada di diri kita.
Iman membuat semua cinta dan harapan menjadi lebih indah dan tepat sesuai kadar
keimanan kita. Iman yang lemah dapat mebuat penyalah gunaan cinta dan harapan,
seperti jika kita memiliki iman yang lemah kita mencintai seseorang dengan cara
yang salah dan tak seharusnya dan harapan untuk memiliki dirinya seutuhnya pun
akan runtuh hanya karna iman kita lemah karena iman mengendalikan semua itu. Untuk
mendapat iman yang kuat, mulai lah mencintai Tuhan dan diri kita sendiri dengan
baik, mengerti apa yang seharusnya kita jaga dan apa yang bisa kita dapatkan
dengan diri kita yang seperti ini.
Walaupun cinta dibawah dari
iman, tapi cinta memimpin kasih sayang, rindu dan kasmaran. Kenapa? Karena
cinta lah itu semua itu ada dan kita merasakannya, bagaimana tidak kasih sayang
berawal dari cinta, rindu dan kasmaran dampak dari rasa cinta dan sayang itu
sendiri. Tanpa ada cinta, kata kasih sayang, rindu dan kasmaran menjadi suatu
kebohongan semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar